Already Gone

Kelly Clarkson – Already Gone

Remember all the things we wanted
Now all our memories, they’re haunted
We were always meant to say goodbye
Even without fists held high, yeah
Never would have worked out right, yeah
We were never meant for do or die

I didn’t want us to burn out
I didn’t come here to hurt you now
I can’t stop

I want you to know
That it doesn’t matter
Where we take this road
Someone’s gotta go
And I want you to know
You couldn’t have loved me better
But I want you to move on
So I’m already gone

Looking at you makes it harder
But I know that you’ll find another
That doesn’t always make you wanna cry
Started with a perfect kiss
Then we could feel the poison set in
Perfect couldn’t keep this love alive

You know that I love you so
I love you enough to let you go

I’m already gone, I’m already gone
You can’t make it feel right
When you know that it’s wrong

I’m already gone, Already gone
There’s no moving on
So I’m already gone

Already gone, Already gone
Already gone, Oooo, oh
Already gone, Already gone
Already gone, yeah

Remember all the things we wanted
Now all our memories, they’re haunted
We were always meant to say goodbye


Familiar kan dengan kalimat “If loving you is wrong, I don’t want to be right.” Maksudnya sih, kalo emang ini adalah hal yang salah ya biarin aja gw nglanjutin kesalahan gw, gw ga mau jadi yang benar, hohoho…

IMHO, kalo udah tau salah tapi tetep pengen melanjutkan kesalahan itu, yo sama aja dia menganggap dirinya benar. Ini soal dunia cinta2an lho yaaa *hatchiiiy!*

Well, mungkin ada yang lagi pacaran beda agama, atau pacaran ga direstuin ortu n kerabat, atau jadi orang ketiga dalam relationship orang lain, dll dll…yang sama secara umum bisa dibilang salah (secara umum lho yaaa).  Tapi diluar semua hal itu, coba kita liat internal nya aja. Kayak yang gw pernah alamin, pacaran beda agama. But yang jadi masalah justru bukan karena perbedaan agama tsb. Tapi sifat2 yang kayaknya udah mendarah-daging di diri mantan gw. Tukang ngibul, obral janji, ngaku2 ga pedean tapi nyatanya tebar pesona dimana-mana wkwkwkwk…. Tapi ujung2nya kemarin bisa bertahan hampir 3 tahun lho hubungan kita. Pasti ada satu pihak yang stupid deh ni hahaha. Iyooo, gw yang stupid kayaknya. Tetep ngasi kepercayaan (just wanna try to give him second chance… walo trnyata ampe 10th chance tetep aja sia2 jiakakakkk).

Intinya sih, gw udah tau kok sejak awal, there’s something wrong with his attitude. Makan di pinggir jalan aja kok dikit2 lirik kanan-kiri. Kalo ada cewek apalagi, langsung “(sok) COOL mode: ON” deh. Sementara gw langsung “GUBRAK mode: ON” tapi cuma di imajinasi gw aja kikikikk…. Sejujurnya, dalam hati gw maluu. Tapi namanya masih mencoba sabar (or just stupid??) …

Itu cuma satu contoh aja yaa. After I heard this song, ketemu ma kata2 “You can’t make it feel right when you know that it’s wrong.” Kayaknya ngena banget. Bikin gw melongo, saking takjubnya ma makna kalimat itu. Yup, simpel banget emang kata2nya. Tapi sukses bikin gw mentertawakan kebodohan gw kemarin itu. Kenapa butuh hampir 3 tahun segala buat ninggal dia sih?? Padahal udah sadar banget ada yang salah. Udah tau banget gw merasa ga bahagia. Bahkan sampe hampir tiap malam dapet mimpi aneh2 yg nunjukin dy selingkuh (naluri ambil alih nih namanya hahahah). Dan itu berlangsung selama berbulan2 lho! Tapi waktu itu gw tetep positive thinking…heheh… *hammer*

Sekarang, kata2 itu jadi quote favorit gw… Belum tau sih, sampe sejauh mana kalimat itu bisa dibenarkan. Masih tahap lanjut uji coba (halah!). Ada yang tau quote keren lainnya? ^_^

For Dog Lovers

Dog's Pray

Seorang pria di Grand Rapids, Michigan membuat iklan 1 halaman penuh seharga $7000 untuk menulis essay ini kepada orang-orang di daerahnya.

Ketika saya masih kecil, saya menghibur kamu dengan keunikanku dan membuatmu tertawa. Kamu memanggilku anakku, dan tanpa menghiraukan jumlah sepatu yang aku gigit dan beberapa bantal yang rusak, aku menjadi sahabatmu. Ketika aku “nakal”, kamu menggerakan jarimu dan bertanya “Kenapa kamu bisa begitu ?” Namun kemudian kamu akan melunak dan memberiku usapan diperut. Latihan untuk buang airku pun lebih lama dari seharusnya, karena kamu terlalu sibuk, tapi akhirnya kita berhasil bersama-sama. Aku ingat malam-malam ketika aku menggangumu di tempat tidur, mendengar rahasia dan mimpimu, dan aku percaya bahwa hidup sudah sangat sempurna.

Kita berjalan dan berlari di taman, naik mobil, berhenti untuk es krim (aku hanya dapat cone karena, katamu, es krim tidak baik untuk anjing) dan aku tidur lama dibawah matahari menunggumu pulang kerumah di sore hari. Secara bertahap, kamu lebih banyak meluangkan waktu di kantor dan pekerjaanmu, dan lebih banyak waktu mencari pendamping. Aku menunggumu dengan sabar, menenangkanmu ketika kamu patah hati dan kecewa, tidak pernah mencaci keputusanmu yang jelek, dan bersorak gembira menunggu kedatanganmu dan ketika kamu jatuh cinta.

Dia, istrimu bukanlah penyuka anjing, tapi tetap aku menyambutnya kedalam rumah kita, aku berusaha menunjukan kasih sayang dan menurutinya. Aku senang karena kamu senang. Kemudian, bayi manusia datang dan aku turut bahagia. Aku kagum warna bayimu, wanginya dan aku juga ingin merawatnya. Hanya kamu dan istrimu takut aku akan melukai bayi itu, dan aku menghabiskan waktuku di ruangan lain atau dalam kurungan.

Oh, aku ingin menyayangi mereka, tapi aku menjadi “tawanan cinta”. Dan mereka mulai besar, aku menjadi teman mereka. Mereka menarik buluku dan berdiri diatas kakinya yang lemah, mencolok mataku, melihat kupingku dan memberiku ciuma dihidung. Aku suka semua tentang mereka dan sentuhan mereka — karena sentuhanmu sudah sangat jarang — dan aku ingin membela mereka dengan nyawaku jika perlu. Aku menyelinap ke tempat tidur mereka dan mendengar kegelisahan dan mimpi mereka, dan bersama-sama kami menunggu suara mobilmu datang.

Ada waktu, ketika orang bertanya apakah kamu memiliki anjing, kamu akan memperlihatkan fotoku dari dalam dompetmu dan bercerita kepada mereka tentang aku. Tahun-tahun belakangan ini, kamu hanya menjawab “ya” dan mengubah pembicaraan. Aku telah berubah dari “anjing mu” menjadi “hanya anjing” dan kamu tersinggung akan segala hal tentang aku. Sekarang, kamu punya karir yang lebih baik di kota lain, dan kamu serta keluargamu akan pindah ke apartemen yang tidak membolehkan hewan piaraan. Kamu membuat keputusan yang tepat untuk “keluargamu”, namun ada waktu dimana hanya akulah keluargamu.

Aku sangat senang ketika akhirnya kita pergi naik mobil, sampai akhirnya kita tiba di penampungan hewan. Tempat itu berbau anjing dan kucing, ketakutan, tidak ada harapan. Kamu mengisi formulir dan berkata “Aku tahu kalian akan mencarikan tempat yang baik untuknya”. Mereka diam dan memberimu muka tanpa ekspresi. Mereka mengerti kenyataan yang dihadapi anjing setengah baya, bahkan untuk yang memiliki “surat”. Kamu harus menarik tangan anakmu dari kalungku sembari dia berteriak “Jangan ayah, jangan biarkan mereka mengambil anjingku!” Dan aku kawatir tentang dia, pelajaran apa yang telah engkau ajarkan tentang persahabatan dan kesetiaan, tentang kasih sayang dan tanggung jawab, dan tentang menghargai hidup.

Kamu memberiku salam perpisahan dikepala, menghindari mataku dan dengan sopan menolak membawa kalungku. Kamu punya tenggat waktu dan aku rasa aku juga punya sekarang. Setelah kamu pergi, dua wanita baik berkata kamu mungkin tahu beberapa bulan sebelumnya tentang kepindahanmu dan tidak berusaha mencarikan aku rumah yang baik. Mereka menggeleng dan berkata “Kenapa kamu bisa begitu ?”

Mereka perhatian kepada kami semampu jadwal sibuk mereka. Mereka memberi kami makan, tentu, tapi aku kehilangan selera beberapa hari yang lalu. Pertama kali, ketika orang lewat di depan kandangku, aku cepat-cepat lari kedepan, berharap itu kamu yang berubah pikiran dan berpikir semua ini hanya mimpi buruk.. atau aku berharap itu orang yang peduli, orang yang mungkin menyelamatkanku. Ketika aku tahu aku tidak bisa bersaing dengan bayi-bayi anjing yang lucu, aku mundur jauh ke sudut dan menunggu.

Aku mendengar langkah kakinya ketika dia datang di sore hari, dan aku mengikutinya dilorong ke ruang lain. Ruangan yang sepi. Dia meletakanku diatas meja dan membelai kupingku dan berkata “Jangan kuatir”. Hatiku berdebar tentang apa yang akan terjadi, tetapi timbul juga rasa lega. Tawanan cinta telah kehilangan hari-harinya. Dan karena sudah sifatku, aku lebih kawatir kepadanya.

Beban yang dia tanggung sangat berat, dan aku tahu itu, sama seperti aku tahu setiap keadaan hatimu. Dia dengan lembut meletakan turniket (alat penghenti pendarahan) dikakiku sambil airmata turun ke pipinya. Dia dengan sigap menyuntikan jarum ke nadiku. Sedang aku merasakan tusukan, cairan mengalir didalam tubuhku. Aku terbaring mengantuk, melihat matanya dan berkata “Kenapa kamu bisa begitu ?”

Mungkin dia mengerti ucapan anjing, dia berkata “Maafkan aku” Dia memeluku, dan berkata bahwa itu tugasnya untuk memastikan aku pergi ke tempat yang lebih baik, dimana aku tidak ditelantarkan, atau disiksa, atau diasingkan, tempat kasih sayang dan yang cahanya beda dengan dunia ini.

Dan dengan kekuatan terakhirku, aku berusaha menghiburnya dengan kibasan ekorku dan bahwa “Kenapa kamu bisa begitu ?” bukan untuknya. Itu untuk kamu, tuanku tersayang, aku memikirkanmu. Aku memikirkanmu dan menunggumu selamanya. Semoga semua orang dihidupmu terus memberimu kesetiaan.

Catatan dari penulis :
Jika tulisan ini membuat anda menangis, seperti ketika aku menulisnya, ini akibat bermacam cerita dari jutaan hewan peliharaan yang mati tiap tahun di tempat penampungan. Setiap orang bebas mendistribusikan tulisan ini untuk kepentingan non-komersil.
Gunakan tulisan ini untuk memberitahu masyarakan bahwa keputusan menambah piaraan dalam keluarga adalah penting, bahwa hewan peliharaan berhak atas kasih sayang dan perawatan, bahwa mencarikan rumah untuk peliharaan adalah tanggung jawab anda dan bahwa hidup itu berharga. Lakukanlah bagianmu untuk menghentikan pembunuhan, dan dukunglah kampanye sterilisasi untuk mencegah hewan yang tidak diinginkan.

Sumber note dan foto: David Hadi Wibisono –>> terima kasih banyak ^_^

Saya langsung sesenggukan saat baca note dari fb mas David ini T_T. Saya jadi ingat waktu pertama kali berkunjung ke Bali, tahun baru yang lalu. Yang saya tau, di Bali banyak anjing bebas berkeliaran. So, dengan berbinar2 saya menyusuri jalanan. Dan apa yang saya lihat? Ya, memang banyak anjing. Entah yang dipelihara ataupun tidak. Tapi, sama sekali tidak seperti yang saya bayangkan :-(

Kebanyakan dari anjing2 itu terlihat begitu menyedihkan. Saya melewati beberapa rumah yang memelihara anjing. Ada yang anjingnya tak pernah berhenti menggaruk2 seluruh badan. Sepertinya anjing itu memang punya masalah kulit, dan sudah parah! Kudis, bulunya tipis, kulit kemerahan tampak disana-sini. Dia betul2 kelihatan sangat menderita. Saya tidak habis pikir. Apa majikannya tidak punya hati??

Waktu saya melintas di jalan raya, saya melihat seonggok daging di pinggir jalan. Setelah dekat, ternyata itu anjing. Sedang tidur. Saya PIKIR dia sedang tidur. Beberapa detik saya baru sadar, makhluk itu bukan tidur, tapi mati. Banyak lalat mengerubungi, dan kondisinya sangat memilukan.

Saat menyaksikan di tv proses  ‘pembantaian’ anjing secara massal di Bali, saya nangis2. Saya ngoceh2 sendiri sambil sesenggukan, “kenapa kalian seenaknya miara anjing, tapi ga diurus! bgini jadinya. mereka brkembang biak gak terkontrol, ujung2nya rabies merajalela. mereka juga yg dibantai. padahal mereka ga pengen hidup kayak gitu, terlantar, trkena rabies, lalu disuntik mati, dan dibakar. mereka cuma pingin jadi sahabat kalian, dan ngejaga kalian…Tapi ini yg mereka dapat”

Teman2, tolonglah, kalau berminat punya peliharaan, entah itu anjing, kucing, bahkan hamster…. Pikir panjanglah dulu. Dan kalau kalian sudah jadi majikan, sayangi mereka.

Pria Biasa atau Luar Biasa?

Baru2 ini saya update status fb, yg terinspirasi dari comment seorang ce dengan nickname ‘maria’. Begini status fb saya:

Pria yg luar biasa bukanlah pria yg bisa mendapatkan sebanyak2nya wanita, melainkan pria yg mampu mempertahankan satu wanita.”

Gak berapa lama kmudian, beberapa comment dan 10 jempol udah masuk kantong saya :-P Lucunya, dari 10 jempol itu trnyata cuma satu doank yg cowok. Saya jd senyam-senyum sndiri, bermain-main dgn pikiran sendiri. Saya liat comment2, ada salah satu teman cowok yg brpendapat kayak gini:

betul.. tp klo si ce yg nyebelin mana tahaan

Langsung saya tanggapi… Hahaha, emang cepet c kalo ngerespon bginian.

klo c ce yg nyebelin, semua pria BIASA memang ga bakal tahan, bro.
Dbalik sifat nyebelin itu pasti ada sebabnya ;-) Dan pria LUAR BIASA itu (entah bgmn caranya) bisa ngbantu c ce mperbaiki sifatnya… ^_^

Beberapa saat kmudian dia balas:

oh iya betul jg ya :-P

Dan saya pun trsenyum puas wkwkwkwkk….. Ketauan banget maksanya.

Tapi-tapi, gak lama berselang nongol lagi comment baru, kali ini dr tmn cewek saya.

Satu yg utama tapi pny cabang dimana2...”

Haaaa? Jeung ini kan cewek, koq nulis gitu yah. Saya tanggapi dengan mewek tentunya hahahaaa…

waaahh…kamu niy dtg2 lgs memprovokasi statusku…hikx…T_T

Agak lama, baru teman saya itu comment lagi. Dia bilang, yg tadi nulis comment diatas itu cowoknya.

Huuuuuuuuu…uuu…! Mulut saya lgs manyun.

Tapi saya dapat sdikit (cuma sedikit lho ya) kesimpulan. Ternyata memang betul-tul-tul, pria luar biasa itu sangat langka. Kamu2 yg udah punya pacar pria setia n gak neko2 (ditambah bonus tampan n pnghasilan lumayan hohohoho), aduuuh beruntungnya kamu. Diiket aja langsung tuh ;-) Tapi yg bikin saya tiba2 ngerasa ironis, salah satu mantan saya trmasuk dalam kategori pria luar biasa itu, dan saya udah trlanjur lepasin dia hix.. Jadi inget lagu M2M. Nyanyi dikit aaah… Mohon semuanya tutup telinga demi kenyamanan brsama.

why do we never know what we’ve got till it’s gone… how could i carry on, the day u went away…

Mulutmu Harimaumu

Baru kali ini saya ngeliat group fb yang 98% comment-nya menghujat (tanpa menggunakan sensor *** hehehe). Yeah, berkat kasus Evan Brimob, saya jadi tau banyak tentang kosakata untuk memaki2 orang. Sejauh ini kosakata andalan saya masih sedikit saat memaki orang, itupun biasanya nama makanan. Kamu pasti familiar dengan sebutan “dodol” bukan? Atau “cumi”, mungkin? Atau “combro”, “cendol”…?? :-D Nah itu kira2 andalan saya kalo lagi ngejek teman. Kembali ke topik…..

Coba tengok group, page, dan profil fb evan di facebook. Mantap kan comment2nya? Aahh, mungkin kamu dah sering ya baca makian sebanyak itu, dan sekasar itu. Tapi saya baru kali ini, Bro…! Wiiiiy, mungkin tanpa saya sadari, mulut saya sampe nganga’2 melongo tadi malam, pas baca comment2 itu. Diikuti desahan “astagaaa!” berulang2… pastinya :-P

Kenapa sih sampe seheboh itu? Saya sendiri juga bingung. Secara, saya gak merasa tersinggung tuh saat baca status FB evan dan comment2 yang jadi pemicu. Rasanya biasa aja tuh. Atau saya yang kurang sensitif ya? *thinking* Teman saya tadi sempat bercerita via telp, di kantornya hari ini pada heboh banget ngomongin evan. Sampe2 mereka pada emosian sendiri. Ckckckckk….. Hebat bener c evan ini yah?! Menyaingi manohara dan miyabi hahahaaa..

Sampai saat tulisan ini di publish sih, kecaman dan makian facebook-ers masih berjubel di page n group evan. Saya aja jadi kasian sama evan. Baru 2 hari kabarnya disebarkan facebook-ers, tapi kayak udah seluruh indonesia yang menghujat. Besok apa lagi yg bakal dia terima, ckckck… Buset deh ya, sekalinya salah bikin status fb, cacian dari seluruh Indonesia yg dia dapat. Memang bener pepatah kuno ‘mulutmu harimaumu’, yg banyak dilontarin sama facebook-ers buat evan. Kalo ga kita gunakan dengan bijak, mulut bisa mencelakai diri sendiri.